top of page

My Site 2 Group

Public·35 members

Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek.pdf


Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek: Panduan Lengkap untuk Mahasiswa dan Peneliti




Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari organisme (makhluk hidup) kecil yang tidak dapat dilihat secara kasat mata, hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Organisme kecil itu disebut dengan mikroorganisme, mikroorganisme atau jasad renik. Mikroorganisme meliputi bakteri, jamur, virus, protozoa, alga, dan archaea. Mikroorganisme memiliki peran penting dalam berbagai bidang, seperti kesehatan, lingkungan, industri, pertanian, dan bioteknologi.




Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek.pdf



Untuk mempelajari mikroorganisme, kita memerlukan suatu alat bantu yang disebut mikroskop. Mikroskop adalah alat yang dapat digunakan untuk melihat sel mikroorganisme yang sedemikian kecil ukurannya melalui suatu sistem lensa pembesar. Mikroskop terdiri dari beberapa bagian, seperti lensa objektif, lensa okuler, meja objek, lampu, dan kondensor. Mikroskop dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti mikroskop cahaya, mikroskop elektron, mikroskop fluoresens, dan mikroskop konfokal.


Selain mikroskop, kita juga memerlukan media dan larutan pengencer untuk mengkultur dan menghitung mikroorganisme. Media adalah bahan yang digunakan untuk menyediakan nutrisi dan kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme. Media dapat berupa padat (agar), cair (bouillon), atau semi padat (gelatin). Media dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti media kompleks, media sintetik, media selektif, media diferensial, dan media pengaya. Larutan pengencer adalah bahan yang digunakan untuk menurunkan konsentrasi mikroorganisme dalam sampel agar dapat dihitung dengan mudah. Larutan pengencer dapat berupa air steril atau larutan garam fisiologis.


Kultur mikroorganisme adalah proses menumbuhkan mikroorganisme dalam media. Kultur mikroorganisme dapat dilakukan dengan cara inokulasi atau penanaman. Inokulasi adalah proses memindahkan sejumlah kecil mikroorganisme dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat steril. Alat yang digunakan untuk inokulasi antara lain jarum ose (loop), jarum suntik (needle), kapas steril (swab), dan pipet tetes (dropper). Inokulasi harus dilakukan dengan cara kerja steril yang diajarkan oleh pembimbing praktikum agar tidak terjadi kontaminasi.


Pewarnaan bakteri adalah proses memberikan warna pada bakteri agar dapat dilihat dengan jelas di bawah mikroskop. Pewarnaan bakteri dapat dilakukan dengan menggunakan zat warna atau pewarna yang dapat berikatan dengan komponen sel bakteri. Pewarnaan bakteri dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti pewarnaan sederhana (simple staining), pewarnaan diferensial (differential staining), pewarnaan negatif (negative staining), pewarnaan kapsul (capsule staining), pewarnaan endospora (endospore staining), dan pewarnaan flagela (flagella staining).


Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang dasar-dasar praktikum mikrobiologi dalam praktek. Kita akan belajar tentang penggunaan mikroskop, persiapan media dan larutan pengencer, kultur mikroorganisme dan cara inokulasi, dan pewarnaan bakteri. Artikel ini ditujukan untuk mahasiswa dan peneliti yang ingin mempelajari ilmu tentang mikroorganisme secara praktis dan mudah dipahami.


Penggunaan Mikroskop




Mikroskop adalah alat yang sangat penting dalam praktikum mikrobiologi. Dengan mikroskop, kita dapat melihat sel mikroorganisme yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Mikroskop dapat memberikan informasi tentang bentuk, ukuran, susunan, dan struktur sel mikroorganisme. Mikroskop juga dapat membantu kita mengidentifikasi jenis dan spesies mikroorganisme berdasarkan ciri-ciri morfologi dan pewarnaannya.


Untuk menggunakan mikroskop dengan baik, kita perlu mengetahui bagian-bagian dan fungsinya. Berikut ini adalah bagian-bagian mikroskop dan fungsinya:


  • Lensa objektif: Lensa yang terletak di dekat spesimen atau objek yang diamati. Lensa objektif berfungsi untuk memperbesar spesimen dan membentuk bayangan nyata pada bidang fokal lensa okuler. Biasanya terdapat tiga atau empat lensa objektif dengan pembesaran yang berbeda-beda, yaitu 10 (lensa objektif berkekuatan rendah), 40 (lensa objektif berkekuatan tinggi), 100 (lensa objektif berkekuatan tinggi dengan imersi minyak), dan kadang-kadang 4 (lensa objektif berkekuatan sangat rendah).



  • Lensa okuler: Lensa yang terletak di atas di dekat mata pengamat. Lensa okuler berfungsi untuk memperbesar bayangan nyata yang dibentuk oleh lensa objektif dan membentuk bayangan virtual yang dapat dilihat oleh mata. Biasanya lensa okuler memiliki pembesaran 10.



  • Revolving nosepiece: Bagian yang menghubungkan lensa objektif dengan tabung mikroskop. Revolving nosepiece berfungsi untuk memutar lensa objektif sesuai dengan kebutuhan pembesaran.



  • Tabung mikroskop: Bagian yang menghubungkan lensa okuler dengan revolving nosepiece. Tabung mikroskop berfungsi untuk menyalurkan cahaya dari lensa objektif ke lensa okuler.



  • Meja objek: Bagian yang digunakan untuk meletakkan spesimen atau objek yang diamati. Meja objek biasanya dilengkapi dengan klip atau penjepit untuk menahan spesimen agar tidak bergeser.



  • Lampu: Bagian yang menghasilkan cahaya untuk menerangi spesimen atau objek yang diamati. Lampu biasanya menggunakan sumber listrik atau baterai.



  • Kondensor: Bagian yang terletak di bawah meja objek dan di atas lampu. Kondensor berfungsi untuk mengumpulkan dan mengarahkan cahaya dari lampu ke spesimen atau objek yang diamati.



  • Diafragma: Bagian yang terletak di dalam atau di bawah kondensor. Diafragma berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke spesimen atau objek yang diamati.



  • Screw coarse adjustment: Sekrup besar yang digunakan untuk mengatur jarak antara lensa objektif dan spesimen atau objek yang diamati. Screw coarse adjustment berfungsi untuk mendapatkan fokus kasar dari bayangan spesimen atau objek yang diamati.



  • Screw fine adjustment: Sekrup kecil yang digunakan untuk mengatur jarak antara lensa objektif dan spesimen atau objek yang diamati. Screw fine adjustment berfungsi untuk mendapatkan fokus halus dari bayangan spesimen atau objek yang diamati.



Berikut ini adalah langkah-langkah penggunaan mikroskop:


  • Pastikan mikroskop dalam keadaan bersih dan rapi.



Pasang lampu pada sumber listrik atau baterai.</li


  • Nyalakan lampu dan atur intensitas cahayanya dengan menggunakan diafragma.



  • Letakkan spesimen atau objek yang diamati pada meja objek dan jepit dengan klip atau penjepit.



  • Putar revolving nosepiece sehingga lensa objektif berkekuatan rendah (10) menghadap spesimen atau objek yang diamati.



  • Turunkan lensa objektif hingga mendekati spesimen atau objek yang diamati dengan menggunakan screw coarse adjustment. Hati-hati agar lensa objektif tidak menyentuh spesimen atau objek yang diamati.



  • Lihat melalui lensa okuler dan atur fokus kasar dari bayangan spesimen atau objek yang diamati dengan menggunakan screw coarse adjustment. Gerakkan meja objek ke kiri, kanan, atas, atau bawah untuk menemukan bagian spesimen atau objek yang diamati yang paling jelas.



  • Atur fokus halus dari bayangan spesimen atau objek yang diamati dengan menggunakan screw fine adjustment. Perhatikan bentuk, ukuran, susunan, dan struktur sel mikroorganisme yang diamati.



  • Catat hasil pengamatan dan buat sketsa bayangan spesimen atau objek yang diamati pada buku catatan praktikum.



  • Putar revolving nosepiece sehingga lensa objektif berkekuatan tinggi (40) menghadap spesimen atau objek yang diamati. Ulangi langkah 5-7 dengan menggunakan lensa objektif berkekuatan tinggi. Catat hasil pengamatan dan buat sketsa bayangan spesimen atau objek yang diamati pada buku catatan praktikum.



  • Jika diperlukan, putar revolving nosepiece sehingga lensa objektif berkekuatan tinggi dengan imersi minyak (100) menghadap spesimen atau objek yang diamati. Teteskan satu tetes minyak imersi pada bagian tengah spesimen atau objek yang diamati. Ulangi langkah 5-7 dengan menggunakan lensa objektif berkekuatan tinggi dengan imersi minyak. Catat hasil pengamatan dan buat sketsa bayangan spesimen atau objek yang diamati pada buku catatan praktikum.



  • Setelah selesai mengamati, putar revolving nosepiece sehingga lensa objektif berkekuatan rendah (10) menghadap spesimen atau objek yang diamati. Angkat spesimen atau objek yang diamati dari meja objek dan bersihkan sisa minyak imersi dengan kertas tisu.



  • Matikan lampu dan lepaskan dari sumber listrik atau baterai.



  • Bersihkan mikroskop dengan kain lembut dan kering. Simpan mikroskop dalam kotak penyimpanan atau tempat yang aman.



Persiapan Media dan Larutan Pengencer




Media dan larutan pengencer adalah bahan-bahan yang diperlukan untuk mengkultur dan menghitung mikroorganisme. Media adalah bahan yang digunakan untuk menyediakan nutrisi dan kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme. Larutan pengencer adalah bahan yang digunakan untuk menurunkan konsentrasi mikroorganisme dalam sampel agar dapat dihitung dengan mudah.


Untuk menyiapkan media dan larutan pengencer, kita perlu mengetahui komposisi, konsentrasi, pH, dan sterilisasi dari bahan-bahan tersebut. Berikut ini adalah langkah-langkah persiapan media dan larutan pengencer:


  • Pilih jenis media dan larutan pengencer sesuai dengan tujuan praktikum. Misalnya, jika ingin mengkultur bakteri gram positif, pilih media selektif seperti agar darah (blood agar). Jika ingin menghitung jumlah bakteri dalam susu, pilih larutan pengencer seperti larutan garam fisiologis (0,85% NaCl).



Hitung jumlah





  • Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat media dan larutan pengencer, seperti air suling, gula, garam, pepton, ekstrak daging, agar-agar, indikator pH, dan lain-lain. Pastikan bahan-bahan tersebut dalam keadaan bersih dan steril.



  • Timbang bahan-bahan yang dibutuhkan dengan menggunakan neraca analitik atau timbangan digital. Masukkan bahan-bahan tersebut ke dalam labu ukur atau beaker gelas. Larutkan bahan-bahan tersebut dengan air suling hingga volume yang diinginkan. Aduk rata dengan menggunakan kaca pengaduk atau magnetic stirrer.



  • Ukur pH larutan media atau larutan pengencer dengan menggunakan pH meter atau kertas lakmus. Sesuaikan pH larutan media atau larutan pengencer sesuai dengan kebutuhan dengan menambahkan asam atau basa. Misalnya, jika pH larutan media terlalu asam, tambahkan NaOH. Jika pH larutan pengencer terlalu basa, tambahkan HCl.



  • Sterilkan larutan media atau larutan pengencer dengan menggunakan autoklaf atau alat sterilisasi lainnya. Autoklaf adalah alat yang menggunakan tekanan uap panas untuk membunuh mikroorganisme kontaminan. Sterilisasi dapat dilakukan dengan suhu 121C dan tekanan 15 psi selama 15 menit.



  • Tuang larutan media yang telah disterilkan ke dalam cawan petri atau tabung reaksi sesuai dengan kebutuhan. Tutup rapat cawan petri atau tabung reaksi dengan aluminium foil atau karet penutup. Simpan media dalam lemari es atau tempat yang sejuk dan gelap hingga digunakan.



  • Simpan larutan pengencer yang telah disterilkan dalam botol steril atau tabung reaksi sesuai dengan kebutuhan. Tutup rapat botol steril atau tabung reaksi dengan aluminium foil atau karet penutup. Simpan larutan pengencer dalam lemari es atau tempat yang sejuk dan gelap hingga digunakan.



Kultur Mikroorganisme dan Cara Inokulasi




Kultur mikroorganisme adalah proses menumbuhkan mikroorganisme dalam media. Kultur mikroorganisme dapat dilakukan untuk berbagai tujuan, seperti mengidentifikasi jenis dan spesies mikroorganisme, menguji aktivitas metabolik mikroorganisme, mengisolasi mikroorganisme murni, dan menghasilkan produk dari mikroorganisme.


Untuk melakukan kultur mikroorganisme, kita perlu melakukan inokulasi atau penanaman. Inokulasi adalah proses memindahkan sejumlah kecil mikroorganisme dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat steril. Alat yang digunakan untuk inokulasi antara lain jarum ose (loop), jarum suntik (needle), kapas steril (swab), dan pipet tetes (dropper). Inokulasi harus dilakukan dengan cara kerja steril yang diajarkan oleh pembimbing praktikum agar tidak terjadi kontaminasi.


Berikut ini adalah langkah-langkah kultur mikroorganisme dan cara inokulasi:


  • Pilih jenis media yang sesuai dengan tujuan kultur mikroorganisme. Misalnya, jika ingin mengidentifikasi jenis dan spesies bakteri gram positif, pilih media selektif seperti agar darah (blood agar). Jika ingin menguji aktivitas metabolik bakteri laktosa positif, pilih media diferensial seperti agar MacConkey.



Ambil media yang telah disiapkan dari lemari es atau tempat peny


Kesimpulan




Dalam artikel ini, kita telah membahas tentang dasar-dasar praktikum mikrobiologi dalam praktek. Kita telah belajar tentang penggunaan mikroskop, persiapan media dan larutan pengencer, kultur mikroorganisme dan cara inokulasi, dan pewarnaan bakteri. Artikel ini ditujukan untuk mahasiswa dan peneliti yang ingin mempelajari ilmu tentang mikroorganisme secara praktis dan mudah dipahami.


Praktikum mikrobiologi adalah salah satu cara untuk mengaplikasikan teori-teori mikrobiologi yang dipelajari di kelas. Praktikum mikrobiologi juga dapat membantu kita mengembangkan keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan dalam bidang mikrobiologi, seperti keterampilan observasi, analisis, eksperimen, dan komunikasi. Praktikum mikrobiologi juga dapat menumbuhkan rasa penasaran, kreativitas, dan apresiasi terhadap keanekaragaman dan peran mikroorganisme dalam kehidupan.


Untuk melaksanakan praktikum mikrobiologi dengan baik, kita perlu mempersiapkan diri dengan mempelajari materi yang akan dipraktikkan, membuat rencana kerja yang baik, mengikuti petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh pembimbing praktikum, bekerja dengan hati-hati dan steril, menjaga kebersihan dan kerapihan tempat kerja, mencatat hasil pengamatan dan kesimpulan dengan jelas dan akurat, dan menyampaikan laporan praktikum dengan tepat waktu. Dengan demikian, kita dapat memperoleh manfaat maksimal dari praktikum mikrobiologi. d282676c82


https://gitlab.com/hymotane/dekko/-/blob/master/.clickable/armhf/Vaishali-Telugu-Movie-Free-Download-Dvdrip-HOT.md

https://www.streamchildcare.com/group/craft-activity-and-play-ideas/discussion/8a6c9591-d262-425f-bfab-1881bde4d4a5

https://www.abundantlydevelopedroots.com/group/live-n-the-day-wit-j-group/discussion/6384e562-1084-48bd-a296-86bff50e85ec

https://www.thetimewhensanj.com/forum/welcome-to-the-forum/rustom-hd-download-720p

https://www.hinesightphotos.com/group/mysite-231-group/discussion/a2c744cb-0801-49a9-96a6-2245695b9633

https://gitlab.com/cunocuge/fdroid-website/-/blob/master/css/Chicken-Systems-Translator-6-21l.md

https://www.aexcellentreno.com/forum/welcome-to-the-forum/luv-ka-the-end-2-movie-free-download-in-hindi-mp4-free

About

Welcome to the group! You can connect with other members, ge...
bottom of page